Perkembangan Ibadah Haji dan Quota peserta Haji di Indonesia

Berdasarkan perkembangan kebutuhan ibadah Haji dan Quota peserta Haji setiap tahunnya di indonesia, Kemenag bersama dengan DPR dan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) segera melakukan pembahasan agar kuota 10.000 jemaah ini bisa dilakukan pada tahun ini.

Pembahasan ini dilakukan karena penambahan kuota berimplikasi pada sejumlah hal yang kompleks mulai dari biaya penyelenggaraan, pengadaan layanan haji, hingga akomodasi.

Untuk diketahui, Kemenag bersama DPR telah menyepakati Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) 1440H/2019M dengan skema kuota 221.000, terdiri dari 204.000 jemaah haji reguler dan 17.000 jemaah haji khusus. Rata-rata BPIH untuk jemaah haji reguler tahun ini senilai Rp35.235.602 atau setara US$2.481.

“Penambahan kuota itu juga berdampak pada penambahan sekitar 25 kloter baru dan penambahan sekitar 125 petugas kloter. Maka perlu dibahas kembali hal-hal yang terkait dengan sumber biayanya,” tuturnya. 

Kemenag bersama dengan DPR telah menyepakati biaya haji 2019 menggunakan dana optimalisasi sebesar Rp7,04 triliun untuk 204.000 jemaah sehingga dengan adanya penambahan kuota sebanyak 10.000 jemaah baru ini memerlukan tambahan biaya senilai Rp346 miliar.